Kamis, 29 Maret 2012

10 Perfume Termahal di Dunia


10. JAR Parfums’ Bolt of Lightning (USD 765)
Desainer perhiasan terkenal, Joel A. Rosenthal mencoba keahliannya dalam meracik wewangian. Ia pula yang mendesain botolnya dan dipasarkan dengan harga Rp 6,9 Jutaan.
9. Jean Patou’s Joy (USD 800)
Kosentrasi tiap bahan melebihi parfum pada umumnya, yakni 10.600 bunga jasmine dan 336 mawar Bulgarian untuk menjadi 1 ons cairan parfum! Harganya Rp. 7,3 Juta.

8. Shalini Parfums’ Shalini (USD 900)
Parfum yang ditampung dalam botol kristal Lalique ini mempunyai aroma yang sangat unik dan menggoda. Hanya ada 900 botol di dunia dengan harga Rp. 8,2 Jutaan.
7. Hermès’ 24 Faubourg (USD 1,500)
Aroma Hermes yang klasik terpancar di dalam botol wewangian yang jumlahnya hanya 1000 buah di dunia. Harga yang dibanderol Rp 13,7 juta.
6. Annick Goutal’s Eau d’Hadrien (USD 1,500)
Baunya yang menyenangkan dan segar, serta bernuansa mewah membuat harganya mencapai Rp 13,7 juta.
5. Baccarat’s Les Larmes Sacrées de Thebes (USD 1,700)
Baccarat merupakan jenis kristal yang terkenal dengan kualitas dan kemurniannya. Les Larmes Sacrées de Thebes sendiri dibuat dengan jumlah yang amat terbatas, hanya 6 botol di dunia. Bentuk botolnya seperti piramida dan salah satu komposisi aromanya mengandung kemenyan! Ini dimaksudkan untuk mengeluarkan kemistisan jaman Mesir Kuno. Taksiran harganya mencapai Rp 15,5 Juta.
4. Chanel’s Chanel No. 5: USD 1,850
Parfum yang biasa digunakan para sosialita dunia ini berukuran besar, 15,2 ons. Harganya berkisar Rp. 16,9 juta.
3. Caron’s Poivre (USD 2,000)
Dibuat pada tahun 1954, Poivre dibuat dari campuran lada merah dan lada hitam, cengkeh serta aneka rempah lainnya. Botolnya terbuat dari kristal Baccarat dan taksiran harganya Rp. 18,2 Juta.
2. Clive Christian’s No.1 (USD 2,150)
Botolnya tak kalah mewah, krital dan berlian 33 karat pada leher botol. Kemahalan juga ada pada aromanya yang menggunakan ylang-ylang (hanya tumbuh di Madagaskar), vanilla, orris, cendana, damar dan bergamut. Taksiran harganya mencapai Rp. 19,6 Juta.
1. Clive Christian’s Imperial Majesty (USD 215,000)
Hanya ada 10 buah didunia. Botol wewangiannya pun dari kristal murni yang dilapisi emas 18 karat. Pada leher botol terdapat berlian putih 5 karat! Dengan berat 17 ons, harga yang ditaksir mencapai Rp. 1,9 Miliar. Fantastis!

Asal-usul Bahasa Indonesia


Bahasa Melayu diketahui sebagai akar dari lingua franca Indonesia. Sutan Takdir Alisjahbana, dalam bukunya Sedjarah Bahasa Indonesia, mengutarakan bahasa Melayu memiliki kekuatan untuk merangkul kepentingan bersama sehingga untuk dipakai di Nusantara.
Asal-usul Bahasa Indonesia
Menurut Alisjahbana, persebarannya juga luas karena bahasa Melayu dihidupi oleh para pelaut pengembara dan saudagar yang merantau ke mana-mana. “Bahasa itu adalah bahasa perhubungan yang berabad-abad tumbuh di kalangan penduduk Asia Selatan,” tulisnya. Faktor lain, bahasa Melayu adalah bahasa yang mudah dipelajari.
Pada era pemeritahan Belanda di Hindia, bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi kedua dalam korespondensi dengan orang lokal . Persaingan antara bahasa Melayu dan bahasa Belanda pun semakin ketat. Gubernur Jenderal Roshussen mengusulkan bahasa melayu dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah rakyat.
Meski demikian, ada pihak-pihak yang gigih menolak bahasa Melayu di Indonesia. Van der Chijs, seorang berkebangsaan Belanda, menyarankan supaya sekolah memfasilitasi ajaran bahasa Belanda. JH Abendanon yang saat itu Direktur Departemen Pengajaran, berhasil memasukkan bahasa Belanda ke dalam mata pelajaran wajib di sekolah rakyat dan sekolah pendidikan guru pada 1900.
Akhirnya persaingan bahasa ini nampak dimenangkan oleh bahasa Melayu. Bagaimanapun bahasa Belanda ternyata hanya dapat dikuasai oleh segelintir orang. Kemudian di Kongres Pemuda I tahun 1926, bahasa Melayu menjadi wacana untuk dikembangakan sebagai bahasa dan sastra Indonesia.
Pada Kongres Pemuda II 1928, diikrarkan bahasa persatuan Indonesia dalam Sumpah Pemuda. James Sneddon, penulis The Indonesia Language: Its History and Role in Modern Society terbitan UNSW Press, Australia mencatat pula kalau butir-butir Sumpah Pemuda tersebut merupakan bahasa Melayu Tinggi. Sneddon menganalisis dari penggunakan kata ‘kami’, ‘putera’, ‘puteri’, serta prefiks atau awalan men-.
20 Oktober 1942, didirikan Komisi Bahasa Indonesia yang bertugas menyusun tata bahasa normatif, menentukan kata-kata umum dan istilah modern. Pada 1966, selepas perpindahan kekuasaan ke tangan pemerintah Orde Baru, terbentuk Lembaga Bahasa dan Budaya di bawah naungan Departemen Pendidikan Kebudayaan. Lembaga ini berganti nama menjadi Lembaga Bahasa Nasional pada 1969, dan sekarang berkembang dengan nama yang dikenal, Pusat Bahasa.
Tanggung jawab kerja Pusat Bahasa antara lain meningkatkan mutu bahasa, sarana, serta kepedulian masyarakat terhadap bahasa.
sumber : http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/1329/asalusul-bahasa-indonesia